Penantian 26 Tahun, Sengketa Tanah Kebun Kalibakar Malang Berakhir Damai

Konflik panjang perkebunan di Kabupaten Malang yang telah berlangsung sejak tahun 1998, akhirnya menemui titik akhir dengan perdamaian yang disepakati. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan piagam perdamaian antara Perwakilan PTPN I Regional 5 dan Kepala Desa Bumirejo sebagai perwakilan petani penggarap tanah. Win-win solution menjadi fokus dalam penyelesaian konflik agraria ini, yang mengutamakan kebermanfaatan kedua belah pihak.

baca juga: Usai Lebaran Pemkot Uji Coba Angkot Gratis Bagi Pelajar

Penantian 26 Tahun, Sengketa Tanah Kebun Kalibakar Malang Berakhir Damai
sumber gambar: detik jatim

Kepala Desa Bumirejo, Sugeng Wicaksono, menyambut baik tercapainya perdamaian ini dan berharap dapat melahirkan suatu produk hukum yang memungkinkan petani penggarap untuk mengelola lahan tanpa khawatir melanggar hukum, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat penggarap. Dalam kesepakatan damai ini, terdapat empat poin penting, di antaranya penyelesaian melalui musyawarah, pengakuan kepemilikan tanah, izin pengelolaan aset, dan terciptanya kerukunan serta ketertiban hukum.

Forkopimda Kabupaten Malang berperan sebagai penengah dan pembimbing dalam proses perdamaian ini. Dengan kelapangan hati dari semua pihak yang terlibat, masalah yang sulit dipecahkan akhirnya menemukan solusi yang memuaskan. Sosialisasi akan dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat agar terhindar dari penipuan serta untuk memastikan legalitas hak atas tanah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penantian 26 Tahun, Sengketa Tanah Kebun Kalibakar Malang Berakhir Damai"

Post a Comment