Pemkot Malang Wacanakan Satu Kelurahan Satu Kios Tekan Inflasi

Pemerintah Kota Malang merencanakan perluasan distribusi bahan pokok murah dengan membuka Kios Tekan Inflasi (KTI) di seluruh kelurahan setelah mengesahkan tiga Warung Tekan Inflasi (WTI). Langkah ini bertujuan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar dengan harga terjangkau. Wahyu Hidayat, Pejabat Wali Kota Malang, menyambut positif rencana pembukaan KTI, menyebutnya sebagai langkah inovatif yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan berpotensi menstabilkan tingkat inflasi.

Baca juga: Tips Hindari Penipuan Online Jelang Lebaran Versi OJK Malang   

Sumber gambar: surya malang

Slamet Husnan Hariyadi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, mengungkapkan bahwa detail teknis pelaksanaan KTI masih dalam pembahasan dengan berbagai pihak terkait. Dia menekankan kolaborasi dengan pihak terkait seperti Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas), Perum Bulog, dan Dinas Koperasi, Perindustrianpoko dan Perdagangan (Diskopindag) untuk mendukung program tersebut. KTI diharapkan mampu menjual berbagai kebutuhan pokok secara terjangkau, seperti beras, gula, minyak goreng, telur, serta bawang merah dan putih.

Sementara itu, Bank Indonesia mencatat bahwa Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,66 persen pada bulan Maret 2024, yang dipicu oleh kenaikan harga di sektor makanan, minuman, dan tembakau. Meskipun demikian, ada beberapa sektor yang mengalami deflasi, seperti informasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Upaya pengendalian inflasi terus diperkuat melalui kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan Bank Indonesia, termasuk melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan program 4K.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pemkot Malang Wacanakan Satu Kelurahan Satu Kios Tekan Inflasi"

Post a Comment