Pemkot Malang Luncurkan Gerakan Pangan Murah Tekan Harga Tinggi

Beberapa harga barang di Kota Malang masih tinggi sampai saat ini. Untuk menanggulangi masalah ini, Pemerintah Kota Malang telah meluncurkan Gerakan Pangan Murah. Kenaikan harga barang-barang tersebut terdeteksi saat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang melakukan pemantauan harga bahan pokok di berbagai tempat seperti Pasar Besar, Pasar Dinoyo, Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Tlogomas, pusat perbelanjaan, toko emas, dan Pertamina Fuel Terminal Malang.

baca juga: Bukan Cari Kemenangan, Ini Tujuan Ganjar-Mahfud Gugat Hasil Pemilu 2024 ke MK  

Pemkot Malang Luncurkan Gerakan Pangan Murah Tekan Harga Tinggi
sumber gambar: detik jatim

Penjabat (Pj) Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengungkapkan bahwa harga daging ayam naik menjadi Rp 39 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 30 ribu, sedangkan harga telur ayam meningkat dari Rp 30 ribu menjadi Rp 31 ribu per kilogram. Meskipun begitu, harga beberapa komoditas lainnya seperti beras dan gula tetap stabil karena adanya Warung Tekan Inflasi. Wahyu juga mengenalkan Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Tlogomas dimana berbagai komoditas dijual dengan harga lebih murah dibandingkan pasar tradisional.

Selain itu, Wahyu juga berencana untuk mengambil langkah-langkah lain guna mengendalikan harga daging ayam segar dan telur, seperti mencari pasokan dari daerah lain dan menjualnya di Warung Tekan Inflasi. Dia juga mengungkapkan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Malang mencukupi untuk kebutuhan masyarakat, namun meminta agar jajaran TPID tetap berkoordinasi dengan Pertamina Fuel Terminal Malang mengingat permintaan BBM diperkirakan akan meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pemkot Malang Luncurkan Gerakan Pangan Murah Tekan Harga Tinggi"

Post a Comment