Demam Berdarah di Malang Tembus 905 Kasus, 10 Pasien Meninggal

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Malang mengalami peningkatan drastis dalam 3 bulan terakhir. Menurut Dinas Kesehatan, dari total 905 kasus DBD yang tercatat, telah terjadi 10 kematian. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Tri Awignami Astoeti, mengungkapkan bahwa angka kematian akibat DBD selama 3 bulan pertama tahun 2024 sudah melebihi total kasus DBD selama setahun pada tahun 2023.

baca juga: DPRD Kota Malang Inisiasi Ranperda Ekonomi Kreatif   

Demam Berdarah di Malang Tembus 905 Kasus, 10 Pasien Meninggal
sumber gambar: detik jatim

Tri Awignami menjelaskan bahwa pada 3 bulan pertama tahun 2023, jumlah kasus DBD di Malang mencapai 1.009 kasus, dengan hanya 9 kematian. Namun, angka kematian tahun 2024 ini sudah melampaui angka tersebut, meskipun baru bulan Maret. Peningkatan kasus DBD di Malang juga sejalan dengan tren yang terjadi di Jawa Timur secara keseluruhan.

Di Jawa Timur, pada tahun 2023, terdapat 9.401 kasus DBD dengan 191 kematian, sementara hingga 13 Maret 2024, terdapat 5.665 kasus DBD dengan 45 kematian. Tri Awignami menegaskan perlunya penanganan yang efektif dari Puskesmas hingga rumah sakit mengingat lonjakan kasus DBD yang signifikan. Upaya pencegahan juga diimbau oleh Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, yang mendorong masyarakat untuk menjaga lingkungan dan menghindari pembuangan sampah sembarangan guna mengurangi penyebaran DBD. Didik menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai tanda-tanda dan ciri-ciri DBD untuk meminimalisir potensi penyakit tersebut.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Demam Berdarah di Malang Tembus 905 Kasus, 10 Pasien Meninggal "

Post a Comment